Saturday, June 29, 2013

1000 Tahun berada di dalam Kubur

Awan sedikit mendung ketika kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan untuk ke tanah perkuburan. Baju merahnya yang besar melambai-lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang ais krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulut untuk dijamahi. Sementara tangan kirinya digenggam erat oleh ayahnya.
Yani dan ayahnya memasuki kawasan tanah perkuburan menuju ke pusara neneknya. Kemudian mereka duduk di atas tembok nisan yang bercatatan;
Hjh Aisyah Binti Marlia 19-10-1915 : 20-01-1965
alt
“Nak, ini pusara nenekmu. Mari sayang… kita berdoa untuk nenek.”
Yani melihat wajah ayahnya, lalu meniru gaya tangan ayahnya yang diangkat ke atas dan dia ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Dia khusyuk mendengar ayahnya berdoa walaupun dia masih belum mampu memahami sepenuhnya setiap baris doa yang dititipkan.
“Ayah, nenek meninggal semasa umur 50 tahun ya?”
Ayahnya mengangguk dan tersenyum sambil memandang pusara ibunya.
“Hmm, bererti nenek sudah meninggal 48 tahun ya, Yah?” Kata Yani sambil lagak matanya mengira dan jarinya menghitung.
“Ya, nenekmu sudah di dalam kubur selama 48 tahun sayang… “
Yani menoleh kepalanya dan memandang sekelilingnya. Banyak pusara di sana . Di samping pusara neneknya terdapat pusara tua yang sudah berlumut.
Muhammad Zaini 19-02-1882 : 31-01-1910
“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 103 tahun yang lalu ya Yah?” jarinya menunjuk nisan bersebelahan pusara neneknya itu.
Sekali lagi ayahnya mengangguk dan tangannya mengusap kepala anak tunggalnya itu.
“Ya nak. Benar katamu sayang. Mengapa?” tanya si ayah sambil menatap mata anaknya yang redup.
“Hmmm, semalam ayah beritahu jika kita meninggal dan banyak dosa. Kita akan diseksa di kubur. Iya kan yah?” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya.
Ayahnya tersenyum dan menggangguk.
“Benar, lalu?” tanya si ayah meminta penerangan si anak.
“Iya… kalau nenek banyak dosanya, bererti nenek sudah diseksa 48 tahun di kubur ya ayah? Kalau nenek banyak pahalanya, bererti sudah 48 tahun nenek bahagia dikubur. Betul tak ayah?” Mata Yani bersinar ingin tahu.
Ayahnya tersenyum, namun sekilas menampakkan keningnya yang berkerut dan perasaannya yang cemas.
“Iya nak, kamu pintar sayang,” kata ayahnya pendek.
Pulang dari tanah perkuburan, ayah Yani kelihatan gelisah di atas sejadahnya. Dia memikirkan perkara yang telah diperkatakan oleh anak kesayangannya tadi.
“… 48 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…148 tahun diseksa .. atau bahagia dikubur?” Dia bermonolog sendirian.
Lalu dia tertunduk dan menitiskan air mata.
“Kalau dia meninggal dan banyak dosanya – kiamat masih 1000 tahun lagi, bererti dia akan diseksa 1048 tahun?..’Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’un’… “
Air matanya semakin banyak menitis, sanggupkah dia diseksa selama itu.
“Itu kalau benar kiamat lagi 1000 tahun tetapi kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itukah  dia akan diseksa di kubur? Mampukah dia bertahan dengan tiap seksaan? Padahal melihat adegan pukul di salah satu rancangan televisyen pun dia sudah tidak tahan untuk melihatnya?” Jiwanya penuh dengan monolog.
“Ya Allah…”
Dia semakin menunduk. Tangannya diangkat dan air matanya semakin membanjiri pipinya.
“Allahumma as aluka khusnul khootimah.”
“Ya Allah, kurniakanlah aku pengakhiran kehidupan yang baik.”
Berulang kali dibacanya doa itu sehingga suaranya serak dan terhenti sejenak apabila terdengar batuk Yani. Dihampirinya anak kesayangannya yang sudah terlena dan membetulkan selimutnya.
Yani terus tertidur tanpa mengetahui betapa ayahnya amat berterima kasih kepadanya kerana telah menyedarkannya erti sebuah kehidupan dan kehidupan hakiki yang akan datang di hadapannya.
“Ya Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

IT'S ME...!!!

IT'S ME...!!!
Assalamualaikum and hello to all my beloved readers , most of all thanks for reading my blog hope you will get ibrah from my posts...sorry for any mistakes done...if you have any problems,just leave the comments there..i'll try my best to share my knowledge with you...sharing is caring...thanks for visiting...salam ukhuwah..maassalamah wa ilalliqa'..!!!